Selasa, 16 Oktober 2012
Rabu, 26 September 2012
kisah konyol di hari rabu
09 September 2012, jam 2:22pm
Aku sedang bersama-sama klien di ruang tunggu kantor pemasaran perumahan. Ada penyelesaian transaksi jual beli. Saat menunggu bagian Admin keluar menemui kami, tiba-tiba saja handphone-ku berbunyi. Dengan sopan kujawab:
R (Rina) : "Selamat Siang"
O1 (Oknum1) : "huhhuu" (terdengar suara laki-laki menangis)
R : "Halllooo"
O1 : "huuhuu....niihh" (terdengar memberikan HP-nya kepada seseorang)
R : "Haaallllooo" (mulai gemas dan kesal karena ketidakjelasan sang penelepon)
O2 (Oknum2) : "Halloo, ini siapa ya?"
R : "Loh, Bapak menelepon ke sini mau bicara dengan siapa?"
O2 (Oknum2) : "Ini dengan Ibu siapa ya?"
R : "Bapak telepon ke saya, kog Bapak ga tahu saya siapa?"
O2 : "Saya BRIPKA "X" mau kasih tahu ke Ibu, saudara Ibu sedang kami tahan di Kantor POLISI"
R : (karena dari awal sudah curiga dengan cara bicara sang oknum nun jauh dimata, segera
ditangkas dengan jurus telak)
Hallooo, Bapak....kalau mau ngerjain dan nipu saya caranya yang elegan dong....
(Baru selesai kalimat terakhir, tiba-tiba saja hubungan telepon terputus)...
tuttt...tuuttt..tttuuuu...jiiaahhhhh, sang oknum melarikan diri, karena ketahuan belangnya kelihatan sama aku. Tapi yang paling konyol dan bikin geli, sebelum telepon terputus masih sempat-sempatnya sang oknum2 (BRIPKA "X") memberikan tanda perpisahan yaitu "cup...cup..cupp"...
Klien yang duduk disamping terheran-heran mendengar pembicaraanku tadi, dan bertanya:
K (Klien) : "Siapa bu?"
R : "Hahhaa, orang stres bu. Orang kurang kerjaan..."
K : "Hahhh? masa sih, ngeri banget yah "
R : "Bu, ada cup cup -nya lagi"
K : "Hiiiihhhhh, takut...aneh banget "
Klienku orang Indonesia asli, hanya lebih banyak menghabiskan hari-harinya di Singapura. Jadi, dengar cerita ku tadi, beliau tertawa sambil keheranan... Banyak sekali intrik-intrik baru didunia "tipu menipu" di negara tercinta ini.
Hahhaahhaa, sungguh kejadian lucu yang tak terduga. Di siang bolong, masih ada orang stres ingin cari "korban" namun caranya tidak kreatif bahkan terkesan kampungan, memberikan hiburan buat aku...
Pengalaman ini, "just for share" saja. Untuk menambah informasi buat teman-teman, supaya tidak mudah panik dan diancam. Tetap tenang, karena dengan ketenangan maka kita bisa tetap berpikir jernih. Satu yang kita pegang dan wajib dilakukan, sebelum melangkah keluar dari rumah untuk beraktifitas, selalu berdoa kepada Tuhan YME supaya seluruh kehidupan dan aktifitas kita dilindungiNya dan dijauhkan dari marabahaya, baik dari orang-orang jahat maupun roh-roh jahat yang berniat mengganggu dan mengancam keselamatan hidup kita...
Keep Pray, and Keep Smile ;)
Aku sedang bersama-sama klien di ruang tunggu kantor pemasaran perumahan. Ada penyelesaian transaksi jual beli. Saat menunggu bagian Admin keluar menemui kami, tiba-tiba saja handphone-ku berbunyi. Dengan sopan kujawab:
R (Rina) : "Selamat Siang"
O1 (Oknum1) : "huhhuu" (terdengar suara laki-laki menangis)
R : "Halllooo"
O1 : "huuhuu....niihh" (terdengar memberikan HP-nya kepada seseorang)
R : "Haaallllooo" (mulai gemas dan kesal karena ketidakjelasan sang penelepon)
O2 (Oknum2) : "Halloo, ini siapa ya?"
R : "Loh, Bapak menelepon ke sini mau bicara dengan siapa?"
O2 (Oknum2) : "Ini dengan Ibu siapa ya?"
R : "Bapak telepon ke saya, kog Bapak ga tahu saya siapa?"
O2 : "Saya BRIPKA "X" mau kasih tahu ke Ibu, saudara Ibu sedang kami tahan di Kantor POLISI"
R : (karena dari awal sudah curiga dengan cara bicara sang oknum nun jauh dimata, segera
ditangkas dengan jurus telak)
Hallooo, Bapak....kalau mau ngerjain dan nipu saya caranya yang elegan dong....
(Baru selesai kalimat terakhir, tiba-tiba saja hubungan telepon terputus)...
tuttt...tuuttt..tttuuuu...jiiaahhhhh, sang oknum melarikan diri, karena ketahuan belangnya kelihatan sama aku. Tapi yang paling konyol dan bikin geli, sebelum telepon terputus masih sempat-sempatnya sang oknum2 (BRIPKA "X") memberikan tanda perpisahan yaitu "cup...cup..cupp"...
Klien yang duduk disamping terheran-heran mendengar pembicaraanku tadi, dan bertanya:
K (Klien) : "Siapa bu?"
R : "Hahhaa, orang stres bu. Orang kurang kerjaan..."
K : "Hahhh? masa sih, ngeri banget yah "
R : "Bu, ada cup cup -nya lagi"
K : "Hiiiihhhhh, takut...aneh banget "
Klienku orang Indonesia asli, hanya lebih banyak menghabiskan hari-harinya di Singapura. Jadi, dengar cerita ku tadi, beliau tertawa sambil keheranan... Banyak sekali intrik-intrik baru didunia "tipu menipu" di negara tercinta ini.
Hahhaahhaa, sungguh kejadian lucu yang tak terduga. Di siang bolong, masih ada orang stres ingin cari "korban" namun caranya tidak kreatif bahkan terkesan kampungan, memberikan hiburan buat aku...
Pengalaman ini, "just for share" saja. Untuk menambah informasi buat teman-teman, supaya tidak mudah panik dan diancam. Tetap tenang, karena dengan ketenangan maka kita bisa tetap berpikir jernih. Satu yang kita pegang dan wajib dilakukan, sebelum melangkah keluar dari rumah untuk beraktifitas, selalu berdoa kepada Tuhan YME supaya seluruh kehidupan dan aktifitas kita dilindungiNya dan dijauhkan dari marabahaya, baik dari orang-orang jahat maupun roh-roh jahat yang berniat mengganggu dan mengancam keselamatan hidup kita...
Keep Pray, and Keep Smile ;)
Kamis, 20 September 2012
jazzy night
Kursi, meja, tampak bersinar seperti emas karena terpercik semburat cahaya bulan dan lampu-lampu. Duduk menikmati malam. Menikmati dari jauh permainan softball yang berlangsung di lapangan olahraga Gelora Bung Karno, seperti De Javu saja. Menikmati putaran waktu, seakan malam ini tak akan berlalu.
Entah kenapa memory saat duduk di kursi di FX, Senayan City ini seakan menggoreskan gambaran yang tak dapat dihapus.
Udara yang dingin tak terasa meski malam semakin beranjak. Terlalu betah, tak ingin masa ini terenggut... heheee..
Aku terlalu romantis atau apa, entahlah...
What I've to do? I want to closed to you...
Tapi tetap aku sendiri, menikmati malam tanpa dirimu...:D
Alunan musik jazz yang terdengar begitu jelas membuatku merasa kesepian bukanlah penghalangku untuk bisa menikmati hari...
Ya, musik jazz terlalu syahdu... gave feeling that I never
I never felt before
coz u r the soul that brings joy to my life
coz u r my lady so special to me
Make me fly high , and let me feel the vibe with night.Jazz adalah genre musik yang bisa dikompilasi dengan genre musik lainnya. Dalam jazz ada permainan musik solo tempo lambat yang sangat mempengaruhi emosi penikmatnya. Suara penyanyi jazz yang berpadu dengan permainan insrumennya jazz telah mencuri hati, hampir satu abad, dan merevolusi seni musik.
Berikut daftar lagu-lagu jazz romatis :
1. As Time Goes By , Frank Sinatra
2. Dream a Little Dream of Me, Louis Armstrong
3. All the Things You Are, Ella Fitzgerald
4. Come Away with Me, Norah Jones
5. Blue Velvet, Tony Bennet
6. Body and Soul, Sarah Vaughan
7. You And I, Michael Bublé
8. We Are in Love, Harry Connick, Jr.
9. Unforgettable, Nat King Cole
10. Crazy He Calls Me, Billie Holiday
Enjoy the music and you'll got crazy in jazz forever and ever :))
Selasa, 18 September 2012
my maestro
IWAN FALS
Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 51 tahun) adalah seorang Penyanyi beraliran balada dan Country yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang, kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional dan Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan OI. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui di setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke mancanegara.
Biografi
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian di Jeddah, Arab Saudi, selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah di usianya yang ke-13 tahun, saat Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalam paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, dan Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, dan Nana Krip serta diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah-rumah satu demi satu, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal kariernya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan terhadap pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[rujukan?] Beberapa konser musiknya pada tahun '80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.
Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[rujukan?] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[rujukan?]
Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan di sela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personel SWAMI.
Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun band-nya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.[rujukan?]
Keluarga
Iwan lahir dari pasangan Lies (ibu) dan Kolonel Anumerta Sucipto (ayah). Iwan menikahi Rosana yang akrab disapa "Mbak Yos", hasil dari pernikahannya Iwan memiliki tiga anak yaitu, Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Bassae, dan Raya Rambu Rabbani.
Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trademark ayahnya. Galang kemudian menjadi drummer kelompok BUNGA dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya tahun 1997.
Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1982 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1982).
Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anisa pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.
Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis, berlatih bela diri, dan mencoba bermain IRC serta ikut masuk dalam Kelompok Gang IRC DEMIT, juga sering menghabiskan waktu untuk nge-flood bersama dua partner-nya yaitu TObeenkz ILerz dan SkYrIDerS di berbagai Server di IRC, alhasil dia pun akhirnya sering DC (dibaca DiSi = Disconnected) dan jadi buronan CopIRC.
Pada tahun 2002, Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri karena sering DC akibat menjadi buronan CopIRC. Dia pun mulai bangkit dengan munculnya album Suara Hati DEMIT yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja CopIRC yang bercerita tentang di balik aksi serangan serangan yang selalu diluncurkan oleh DEMIT crewz dalam menghadapi CopIRC . Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.
Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan tidak seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis.[rujukan?] Iwan Fals juga sempat membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.
Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugreahi seorang anak lelaki yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.[rujukan?]
Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia, Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggotnya dihilangkan. Dari sisi pakaian, dia lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.
Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rosana menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarier.
Pendidikan
SMPN 5 Bandung
SMAK BPK Bandung
STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP)
Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Diskografi
Iwan Fals pada cover majalah Rolling Stone 2007
Tidak seluruh album yang dikeluarkan Iwan Fals berisi lagu baru. Pada tahun-tahun terakhir, Iwan Fals sering mengeluarkan rilis ulang lagu-lagu lamanya, baik dengan aransemen asli maupun dengan aransemen ulang. Pada tahun-tahun terakhir ini pula Iwan Fals lebih banyak memilih berkolaborasi dengan musisi muda berbakat.
Banyak lagu Iwan Fals yang tidak dijual secara bebas. Lagu-lagu tersebut menjadi koleksi ekslusif para penggemarnya dan kebanyakan direkam secara live. Beberapa lagu Iwan Fals yang tidak dikomersialkan seperti lagu 'Pulanglah' yang didedikasikan khusus untuk almarhum Munir ternyata sangat digemari yang akhirnya direkam ulang dan dimasukkan ke dalam album 50:50 yang beredar di tahun 2007.
Album
- Canda Dalam Nada (1979)
- Canda Dalam Ronda (1979)
- Perjalanan (1979)
- 3 Bulan (1980)
- Sarjana Muda (1981)
- Opini (1982)
- Sumbang (1983)
- Barang Antik (1984)
- Sugali (1984)
- KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (1985)
- Sore Tugu Pancoran (1985)
- Aku Sayang Kamu (1986)
- Ethiopia (1986)
- Lancar (1987)
- Wakil Rakyat (1988)
- 1910 (1988)
- Mata Dewa (1989)
- Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (1989)
- Swami I (1989)
- Kantata Takwa (1990)
- Cikal (1991)
- Swami II (1991)
- Belum Ada Judul (1992)
- Hijau (1992)
- Dalbo (1993)
- Anak Wayang (1994)
- Orang Gila (1994)
- Lagu Pemanjat (bersama Trahlor) (1996)
- Kantata Samsara (1998)
- Best Of The Best (2000)
- Suara Hati (2002)
- In Collaboration with (2003)
- Manusia Setengah Dewa (2004)
- Iwan Fals in Love (2005)
- 50:50 (2007)
- Untukmu Terkasih (2009) - mini album
- Keseimbangan - Iwan Fals (2010)
- Tergila-gila (2011)
Single
- Serenade (bersama Ritta Rubby) (1984)
- Kemesraan (bersama artis Musica) (1988)
- Percayalah Kasih (bersama Jockie Surjoprajogo dan Vina Panduwinata)
- Terminal (bersama Franky S.) (1994)
- Mata Hati (bersama Ian Antono) (1995)
- Orang Pinggiran (bersama Franky S.) (1995)
- Katakan Kita Rasakan (bersama artis Musica)
- Di Bawah Tiang Bendera (bersama artis Musica) (1996)
- Haruskah Pergi (bersama Indra Lesmana dan Import Musik) (2006)
- Selancar (bersama Indra Lesmana dan Import Musik) (2006)
- Tanam Tanam Siram Siram (Kampanye Indonesia Menanam) (2006)
- Marilah Kemari (Tribute to Titiek Puspa) (2006)
- Aku Milikmu (Original Soundtrack Lovers/Kekasih) (2008)
Single Hits yang dibawakan penyanyi lain
- Maaf (dibawakan oleh Ritta Rubby) (1986)
- Belailah (dibawakan oleh Ritta Rubby) (1986)
- Trauma (dibawakan oleh God Bless) (1988)
- Damai yang Hilang (dibawakan oleh God Bless) (1988)
- Orang dalam Kaca (dibawakan oleh God Bless) (1988)
- Pak Tua (dibawakan oleh grup band Elpamas) (1991)
- Oh (dibawakan oleh Fajar Budiman) (1994)
- Nyanyian Laut (dibawakan Nicky Astria)
- Menangis (dibawakan oleh Franky S.)
- Bunga Kehidupan (dibawakan oleh artis Musica)
- Air Mata Api (dibawakan oleh Superman Is Dead) (2012)
Album kompilasi
- Tragedi
- Banjo & Harmonika
- Celoteh-celoteh
- Celoteh-celoteh 2
- Country
- Tembang Cinta (1990)
- Akustik
- Akustik Ke-2 (1997)
- Salam Reformasi (1998)
- Salam Reformasi 2 (1999)
- Prihatin (2000)
- Damai Kami Sepanjang Hari (1985)
- Kantata Takwa (film) (1990)
- Kekasih (2008) - cameo
Lagu yang tidak beredar
- Demokrasi Nasi (1978)
- Semar Mendem (1978)
- Pola Sederhana (Anak Cendana) (1978)
- Mbak Tini (1978)
- Siti Sang Bidadari (1978)
- Kisah Sapi Malam (1978)
- Mince Makelar (1978)
- Luka Lama (1984)
- Anissa (1986)
- Biarkan Indonesia Tanpa Koran (1986)
- Oh Indonesia (1992)
- Imelda Mardun (1992)
- Maumere (1993)
- Joned (1993)
- Mesin Mesin Pembunuh (1994)
- Suara dari Jalanan (1996)
- Demokrasi Otoriter (1996)
- Pemandangan (1996)
- Jambore Wisata (1996)
- Aku Tak Punya Apa-Apa (1997)
- Cerita Lama Tiananmen (1998)
- Serdadu dan Kutil (1998)
- 15 Juta (1998)
- Mencari Kata-Kata (1998)
- Malam Sunyi (1999)
- Sketsa Setan yang Bisu (2000)
- Indonesiaku (2001)
- Kemarau (2003)
- Lagu Sedih (2003)
- Kembali ke Masa Lalu (2003)
- Harapan Tak Boleh Mati (2004)
- Saat Minggu Masih Pagi (2004)
- Repot Nasi/Sami Mawon (2005)
- Hari Raya Bumi (2007)
- Berita Cuaca (2008)
- Paman Zam
- Kapal Bau Pesing
- Makna Hidup Ini
- Selamat Tinggal Ramadhan
- Nyatakan Saja
- Berputar Putar
- Air dan Batu
- Lagu Pegangan
- Semut Api dan Cacing Kecil
- Kata-Kata
- Peniti Benang
- Pukul Dua Malam
- Curiga
- Penjara
- Belatung
- Nyanyian Sopir
- Bunga Kayu di Beranda
- Aku Bergelora
- Suara dari Jalanan
- Serpihan Surga Pagar Alam
- Tanah Air Udara dan Api (live)
- Komunitas Tiga Rambu (live)
- Birokrasi Semut
- Rumi Sang Pencerah (Juni 2011)
- Hentikan! (2011)
- Isyarat (2011)
- Gugusan Bintang (2011)
- Garong Wan Takuup (2011)
- Polteng "Polisi Tengik" (2012-Lagu Jamming bersama Komunitas OI yang belum sempat direkam)
Penghargaan
- Juara I Festival Musik Country (1980).
- Gold record, lagu Oemar Bakri, PT Musica Studio's.
- Silver record, penyanyi & pencipta lagu Ethiopia, PT Musica Studio's.
- Penghargaan prestasi artis HDX 1987 - 1988, pencipta lagu Buku Ini Aku Pinjam.
- Penyanyi Pujaan, BASF, (1989).
- The best selling, album Mata Dewa, BASF, 1988 - 1989.
- Penyanyi rekaman pria terbaik, album Anak Wayang, BASF Award XI, 18 April 1996.
- Penyanyi solo terbaik Country/Balada, Anugrah Musik Indonesia - 1999.
- Presents This Certificate To Iwan Fals In Recognition Of The Contribution To Cultural Exchange Between Korea and Indonesia, 25 September 1999.
- Penyanyi solo terbaik Country/Balada AMI Sharp Award (2000).
- Video klip terbaik lagu Entah, Video Musik Indonesia periode VIII - 2000/2001.
- Triple Platinum Award, Album Best Of The Best Iwan Fals, PT Musica Studio's - Juni 2002.
- 6th AMI Sharp Award, album terbaik Country/Balada.
- 6th AMI Sharp Award, artis solo/duo/grup terbaik Country/Balada.
- Pemenang video klip terbaik edisi - Juli 2002, lagu Kupu-Kupu Hitam Putih, Video Musik Indonesia, periode I- 2002/2003.
- Penghargaan album In Collaboration with, angka penjualan di atas 150.000 unit, PT Musica Studio's - Juni 2003.
- Triple Platinum Award, album In Collaboration with, angka penjualan di atas 450.000 unit, PT Musica Studio's - November 2003.
- 7th AMI Award 2003, Legend Awards.
- 7th AMI Award 2003, Penyanyi Solo Pria Pop Terbaik.
- Penghargaan M Indonesia 2003, Most Favourite Male.
- SCTV Music Award 2004, album Ngetop! (pop) In Collaboration with.
- SCTV Music Award 2004, Penyanyi Pop Ngetop.
- Anugrah Planet Muzik 2004.
- Generasi Biang Extra Joss - 2004.
- 8th AMI Samsung Award, Karya Produksi Balada Terbaik.
- SCTV Music Award 2005, album pop solo ngetop Iwan Fals In Love.
- With The Compliment Of Metro TV.
- Partisipasi dalam acara konser Salam Lebaran 2005, PT Gudang Garam Indonesia.
- Mendapatkan Talk Less Do More Award sebagai salah satu Class Music Heroes 2009.
- Lagunya bersama {Swami} yang berjudul [Bongkar] menerima penghargaan 150 lagu terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone peringkat 1.
- Penghargaan Satyalancana Kebudayaan Pemerintah Republik Indonesia (2010) [1]
Iklan
- TOP Kopi bersama Nikita Willy dan Samuel Zylgwyn
Pranala luar
- (Indonesia) ( Official Site ) - Iwan Fals
- (Indonesia) ( Unofficial Site ) - Iwan Fals Online
- (Indonesia) ( Unofficial Site ) - Iwan Fals Mania
- (Indonesia) Lirik Lagu dan Gitar Kord-nya
- (Indonesia) Lirik Lagu Iwan Fals
- (Inggris) Time Asia: Asian Heroes - Iwan Fals
- (Indonesia) Iwan Fals The Rolling Stone Interview
- (Indonesia) Dewa dari Leuwinanggung
- (Indonesia) Profil di situs KapanLagi.com.
- (Indonesia) Blog Jockie Suryoprayogo - Kantata Takwa
- (Indonesia) Lirik Lagu Iwan Fals
|
||||||||||||||||||||
Alasan saya mengidolakannya adalah: beliau dapat "membaca" permasalahan yang ada dan dapat menyampaikannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk musik yang dapat dimengerti dengan mudah, serta beliau dapat dijadikan inspirasi bagi kalangan yang disebut antikemapanan.
Iwan Fals terlalu menginspirasi musik Indonesia. Saya sangat mengidolakan Iwan Fals. Entah liriknya, entah nada-nadanya, dan cara membawakan lagu-lagunya, memiliki ciri khas tersendiri. Lagu-lagunya sangat membumi. Karena semua orang mengalami hal-hal yang tersirat dalam lirik lagu-lagunya, sehingga menjadikan Iwan Fals sebagai panutan para seniman khususnya dalam bidang musik.
Karya-karyanya sangat mengilhami karya bermusik anak bangsa. Maju terus Bang Iwan, kami terus menantikan karya-karya besarmu selanjutnya.
Sabtu, 15 September 2012
♥ LOVE - FOOL (So I cry, and I pray and I beg) ♥
| "Lovefool" |
|---|
| Single by The Cardigans | |
|---|---|
| from the album First Band on the Moon | |
| Released | September 14, 1996 |
| Recorded | 1995 |
| Genre | Pop, pop rock |
Dear, I fear we're facing a problem
you love me no longer, I know
and maybe there is nothing
that I can do to make you do
you love me no longer, I know
and maybe there is nothing
that I can do to make you do
Mama tells me I shouldn't bother
that I ought just stick to another man
a man that surely deserves me
but I think you do!
So I cry, and I pray and I beg
Love me love me
say that you love me
fool me fool me
go on and fool me
love me love me
pretend that you love me
lead me lead me
just say that you need me
So I cried, and I begged for you to
Love me love me
say that you love me
lead me lead me
just say that you need me
I can't care about anything but you
Lately I have desperately pondered,
that I ought just stick to another man
a man that surely deserves me
but I think you do!
So I cry, and I pray and I beg
Love me love me
say that you love me
fool me fool me
go on and fool me
love me love me
pretend that you love me
lead me lead me
just say that you need me
So I cried, and I begged for you to
Love me love me
say that you love me
lead me lead me
just say that you need me
I can't care about anything but you
Lately I have desperately pondered,
Lirik lagu ini sederhana sekali tapi lagu ini terdengar sangat briliant. Mendengarkan dan menikmati lagu ini waktu saya masih di bangku SMU. Memiliki melodi yang catchy dan mudah sekali menempel pada pikiran kita, sehingga meski setelah waktu sekian lama saya masih tahu bagaimana menyanyikannya.
Lagu ini diciptakan pada tahun 1996, namun masih terdengar hebat dan membawa kembali banyak kenangan dari masa lalu, oh my, sesuatu banget yahhhh.
Coba deh dengar liriknya yang konyol "love me, love me, love me .. fool me, fool me. Tiba-tiba saja malu sendiri bahkan wajah jadi memerah, karena teringat memory tempoe doeloe....heheehhee
Seperti liriknya yang konyol, begitu juga konyolnya diriku. Bermain-main dengan perasaan, dibodohi berulangkali, seakan tidak jera. Konyol atau Ndableg???.
Meski sudah kehilangan cinta karena dibodohi, sehingga terkadang saja merasa putus asa. Serasa hidupku, berantakan!
Meski sudah kehilangan cinta karena dibodohi, sehingga terkadang saja merasa putus asa. Serasa hidupku, berantakan!
Ya sudahlah, hidup penuh perjuangan dan lika liku. Masa lalu tidak pernah bisa dihapus dan dilupakan. Akan menjadi kenangan untuk dijadikan pembelajaran supaya masa depan lebih baik dari masa lalu.
Lagu hebat ini menjadi soundtrack film "Romeo & Juliet", salah satu film favoritku. Lagu dan film sama-sama hebat, briliant!!!
Cheers, anyway.
Langganan:
Postingan (Atom)


