Kamis, 23 Agustus 2012

guitar, now and forever

Bermain musik bagi saya sangat menyenangkan dan menentramkan jiwa. Dikala hati sedang tak menentu , tingkatan darah yang naik turun, serta hormon yang tidak stabil, seringkali membuat mood menjadi tidak menentu. Satu-satunya cara untuk memulihkan keadaan itu, bagi saya, bermain gitar. Petikan dawainya dengan nyanyian lagu-lagu indah, dengan spontan menyembuhkan hati yang "tertusuk sembilu", gundah,, galau, dan istilah-istilah keren lainnya :-D...





Meskipun tidak melalui sekolah musik resmi, tapi kemampuan bermain gitar saya, boleh lah..boleh untuk senang-senangkan orang banyak, maksudnya ;))
Musik itu universal, dan tidak akan usang dimakan waktu. Segala umur, semua gender dan ras, dapat bersatu di dalam musik.
Bagi saya ada 3 gitaris keren yang paling saya kagumi, melegenda, dan menginspirasi saya dalam bermain gitar , yaitu:

1.Yngwie Malmsteen
Yngwie Johann Malmsteen (lahir dengan nama Lars Johan Yngve Lannerbäck, lahir 30 Juni 1963). Yngwie Malmsteen terkenal cepat dan sangar dengan melodi-melodi perpaduan antara klasik dan rock yang dimainkan dengan teknik permainan yang sangat cepat dan mengejutkan. Yngwie sangat terkenal dengan sebutan gitari neo-klasik yang memadukan musik-musik klasik karya Bach, Beethoven, dan tentu saja Mozart dengan musik rock atau pun musik bergenre lain. Karya-karyanya terdengar sangar, kecepatan yang tinggi pada permainan gitar yang ia terapkan tidak membuatnya kelihatan bersusah payah dalam memainkan gitarnya. Ia kelihatan sudah sangat ahli dan sudah sangat menyatu dengan gitarnya.

2. Jimi Hendrix
0265c8e629c811fb944fa715aa174346_jimi-hendrix4Gitaris asal Amerika Serikat ini tentu dikenal oleh semua orang, dari kalangan awam hingga kalangan musisi, khususnya gitaris. Dewa gitar yang kidal ini terkenal dengan pengenalan teknik-teknik baru dalam permainan gitar, sound effect yang solid dengan teknik permainan gitar, serta dapat melakukan solo gitar sambil bernyanyi. Gitaris yang merupakan anggota Club 27 ini meninggal di usia 27 tahun dan hanya selama 4 tahun berkarir sebagai musisi. Banyak gitaris dunia yang mengakui bahwa sosok Jimi Hendrix pantas mendapat tempat sebagai gitaris terbaik sepanjang masa di urutan pertama. Permainan gitarnya seakan mengalir begitu saja tanpa kesusahan sedikit pun. Jimi Hendrix juga merupakan idola dewa-dewa gitar dunia dan juga idola gitaris masa kini.

3. Joe Satriani
Joe Satriani yang memiliki nama legkap Joseph Satriani yang lahir 15 Juli 1956 di Westburry, New York, USA.  Nada-nada permainan gitarnya terdengar aneh, unik, langka di telinga awam. Dengan teknik permainan gitar seperti Tapping, Alternate Picking, Sweep Picking dll  yang sempurna JS sang Virtuoso ini tak jarang membuat music rock yang terkenal cadas, hingar bingar menjadi lembut bahkan membuat aku merinding.
Dalam bermusik Joe Satriani terinspirasi oleh gitaris-gitaris seperti: Jimi Hendrix, Jimmy Page, Eric Clapton, Ritchie Blackmore dan Jeff Beck, walaupun dia terinspirasi oleh nama besar tersebut JS mampu mempunyai ciri kas tersendiri. JS pertama kali belajar gitar pada gitaris jazz Billy Bauer, untuk mendalami ilmu bergitar JS yang mulai memperdalam permainan gitar di umur 12 tahun ini masuk sekolah music Five Town College, dan tahun 1978 JS pindah ke Barkeley untuk menjadi guru gitar pada usia 15th, murid-muridnya yang telah menjadi gitaris dunia yaitu : Steve Vai, Kirk Hammet (Metallica) dan Larry LaLonde (Primus), Andy Timmons, Charlie Hunter, Kevin Cadogan, Alex Skolnick

Bermula dari album “Crystal Planet” itulah aku sangat kesengsem oleh permainan Joe Satriani, satu persatu albumnya aku koleksi dan Akhirnya aku menemukan lagu JS yang pertama kali aku dengerin lewat temenku, ternyata judulnya “Day At The Beach” di album “Flying In The Blue Dream”. Sedap banget dengerinnya, dengan teknik Tapping ia berhasil menyajikan warna biru langit dan luasnya pantai di mataku.
Tahun 1980 JS merencanakan membuat album, dan akhirnya lewat Steve Vai yang mana Steve Vai lebih dulu masuk studio recording dibawah label, JS direkomendasikan ke label rekaman. Tahun  1986 album “Not of This Earth” keluar disusul oleh album “Surfing With The Alien” pada tahun 1987 yang sukses secara komersil dengan lagu hitnya yang sangat keren “Always”. Dengan album inilah dunia musisi semakin memperhitungkan keberadaannya yang mana ia sempat direkrut oleh Mick Jagger sebagai gitaris untuk tur band legendaries Rolling Stone pada tahun 1988 dan tahun 1994 giliran Ritchie Blackmore merekomendasikan JS untuk mengisi kekosongan posisi gitaris di tubuh Deep Purple.
Harmonisasi nada yang ada disetiap lagunya membuat album2 JS mendapat perhatian khusus. Jika dirata2 setiap album JS yg keluar selalu masuk dalam nominasi berbagai penghargaan untuk kategori music instrumental rock. Tapi JS belum memenangkan penghargaan tsb.
Dimulai pada tahun 1996, JS yang album keseluruhan telah terjual mencapai angka 10 juta copy menggagas sebuah acara yang bertajuk G3 yaitu sebuah konser yang sarat bertaburan gitaris kelas dunia , dengan gitar signatur seriesnya “Ibanez JS Series” Joe Satriani tampil bersama dengan Steve Vai dan mengajak gitaris lainnya di G3 seperti:  Eric Johnson (1996), Adrian Leggs, Kenny Wayne Shepherd dan Robert Fripp (1997), Michael Schenker dan Uli John Roth dengan Brian May sebagai Guest Star untuk show di London dan Patrick Rondat di Perancis (1998) dan John Petrucci (2001) dan tidak kelewatan  Yngwie Malmsteen.
Pada tahun 2009 ia menggarap project band bersama mantan vokalis Van Halen, yaitu Sammy Hagar, Michael Anthony bassis Van Halen, dan drummer Red Hot Chili Peppers Chad Smith, untuk membentuk suatu kolaborasi rock, Chickenfoot. Debut mereka ini mendapatkan disertifikasi emas oleh Asosiasi Industri Rekaman Amerika dengan lebih dari 500.000 keping penjualan album.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar