Entah dari mana awalnya, sehingga saya menjadi "penjijik" dengan binatang berlendir.
Meskipun belut disajikan di restoran tarif mahal dalam masakan terenak sekalipun, saya tidak akan pernah mencoba untuk memakannya, jangankan untuk makan , untuk melihatnya saja jangan pernah berharap.
Begitu juga dengan cacing dan ular. Kedua binatang ini akan sanggup membuat saya mual seketika. Pernah suatu saat saya berjalan di depan rumah, dan entah dari mana datangnya, tiba-tiba di dekatkaki saya ada cacing tanah meliuk-liuk. Spontan saya loncat dan berteriak histeris memanggil orang supaya bisa menyingkirkannya. Sungguh terlalu, makhluk melata itu.
Pernah suatu saat akan melakukan ritual mandi, dengan perlahan saya membuka kran shower menikmati tetesan air yang segar ke tubuh. Ah, memang sungguh nikmat mandi di malam hari (meski menurut ilmu kesehatan , sebaiknya hindari mandi dimalam hari supaya tidak cepat terkena rematik). Sangat menyegarkan. Saya begitu menghayati sampai menutup mata, menikmati lembutnya air yang turun membasahi kulit
Sekonyong-konyong dari ujung mata ini terlihat sesuatu berwana coklat menggeliat dilantai kamar mandi. Sekejap saya pun berteriak histeris yang pastinya melebihi dari lengkingan suara vokalis "Seurieus" -Candil- "Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!" . Dengan spontan saya pun mengambil handuk dan loncat keluar kamar mandi memanggil bala bantuan supaya si cacing nakal bisa disingkirkan.
Saya selalu berharap, kalau bisa, ini kalau bisa, jangan sampai saya berjumpa dengan binatang "menggeliat" itu. Tapi apa mau dikata. Suatu saat saya menghadiri resepsi pernikahan di kota Bandung. Si empunya hajatan terkenal sebagai kalangan berada dengan sekian banyak bisnis yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. So, sudah dapat dibayangkan menu-menu hebat ala hotel bintang empat akan menjadi sajian resepsi pernikahan anaknya. Saat jamuan makan saya pun ikut mengantri. Pilihan pertama saya dari sekian banyak "saung" di jamuan makan itu, adalah makanan prasmanan. Karena terus terang saya begitu lapar dari pagi sengaja tidak makan banyak karena tahu siangnya akan makan dengan puas. Upss , maaf ....
Dengan sabar saya ikut berbaris diantrian, seperti mau antri ambil sembako gratis saja yah... Hingga saatnya pun tiba saya bisa mengambil makanan. Setelah saya rasa cukup memenuhi piring saya dengan lauk pauknya, saya mencari dan memilih kursi yg posisinya "PW" (Posisi Wenak) untuk menikmati makanan itu. In the middle of "makan" , sambil mengunyah makanan yang sudah masuk ke mulut, iseng-iseng saya membuka lapisan daging rendang. Dan, guess what?. Ada seekor belatung menggeliat diantara daging tersebut. "Whhooooaaa", saya dengan sedikit menjerit, dan untungnya karena saya duduk dipojok ruangan sehingga tidak mengudang perhatian tamu-tamu yang datang. Kalau saja saya tidak bisa menahan suara ini, barangkali si empunya hajatan sudah akan pasti malu semalu-malunya, karena ketahuan makanannya terkontaminasi belatung. Sekejab kumuntahkan makanan yang untungnya masih masuk 1 sendok ke mulut ini. Dan, makanan yang masih tersisa banyak, kuletakkan di lantai dan bergegas menuju toilet, karena sekejab perut ini terasa panas dan ingin meledak. Phiuffff, mimpi buruk apa semalam???

hehehehe, untung aja ngambil handuk.,
BalasHapuscoba kalo golok yg diambil???
BalasHapuswhattt???? oh em jiiiii x_x
tapi saya yakin ada satu cacing yg nantinya akan sangat anda sukai.:)
BalasHapus@fauzi: aihhh...apaann tuuhhh
BalasHapus