Kamis, 23 Agustus 2012

me and "tuk tuk"


Sensasi naik Tuk Tuk disaat kunjungan saya ke Negara Gajah, Thailand "BANGKOK", pada 26 Oktober 2011. 
Kendaraan tradisional yang menyerupai bajaj ini banyak terdapat di kota Bangkok dan merupakan kendaraan alternatif yang sering digunakan untuk menghindari kemacetan. Di Bangkok, supir tuk tuk tidak jauh beda dengan pebalap F1. Jadi, selain kita menikmati kota Bangkok, dapat bonus olahraga jantung dan bonus keringat bercucuran, karena sepanjang perjalanan dengan tuk tuk kecepatan tidak akan kurang dari 70 km/jam. Serius. Bahkan supir ini bisa digelari pebalap F1 profesional, karena dicelah-celah jalan pun masih bisa memacu kecepatan konstan... Phiufff....

Beberapa tips yang dapat saya share ketika sedang naik Bajaj Bangkok ini adalah:

1.  Jangan dandan di dalam Tuk Tuk.  Saya sangat tidak menyarankan!.  Tidak semua orang mahir dalam menguasai hal ini karena dibutuhkan keterampilan tingkat Kabupaten.  Sisiran di Bajaj akan berbuah percuma karena angin akan selalu bertiup baik dari arah depan maupun samping.  Jika ingin memakai make-up, pastikan genggaman tangan tidak akan terganggu oleh getaran Bajaj.  Contoh: Memakai eyeliner efek mata kucing di Bajaj.  Jika genggaman tangan pada eyeliner tidak kuat, maka hasilnya akan menjadi efek mata kucing tremor.  Ini juga berlaku pada lipstick, eye-shadow, blush on dan mascara.


2.  Rem ada pada pundak abangnya.  Jika ingin memberhentikan Bajaj, tepuk pundak abangnya.  Tepuk, jangan diusap, nanti abangnya salah sangka.  Dan sebaiknya tepuk pundaknya dengan satu tangan, kalau dua tangan nanti disangka tukang urut.
 
3.  Pastikan duduk sedikit lebih ke bagian tengah.  Karena jambret bermotor bisa muncul kapan tanpa terduga-duga. Maaf, tapi ini realita, di negara ini profesi jambret tidak kalah menjamurnya seperti di Jakarta.  Pegang semua barang bawaan dengan baik, jika khawatir berlebihan, jangan menyender, duduk maju lebih dekat ke arah abangnya.  Kalau perlu rangkul abangnya dari belakang selama perjalanan berlangsung.  Niscaya bukan hanya akan mendapat rasa aman, tapi juga aroma alami dari ketek si abang yang akan melekat di diri – bahkan di hati.
 
4.  Jangan membuang-buang waktu dengan berpikir kalau suara Bajaj bisa ditutupi dengan volume yang paling keras di iPod atau mp3 player.  Ingat: TIDAK ADA YANG DAPAT MENGALAHKAN SUARA TUK TUK/BAJAJ.  Kuncinya hanya satu, yaitu pasrah.

5. Sedia tissue atau sapu tangan untuk mengelap keringat jika naik Tuk tuk di siang hari.  Khususnya bagi para wanita, ketika keringat mulai mengalir pada bagian belahan dada, lap secara perlahan sambil melihat ke kaca spion.  Jika si abang melirik, siapa tau bisa mendapat harga yang bersahabat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar